Update Status Via Agribisnis Faperta Untad
Laporan KKP Syamsul Hadi
HALAMAN PENGESAHAN
Judul : Laporan Akhir Individu Kuliah Kerja Profesi (KKP) Angk. IV 2009 Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Di Desa Kasimbar Barat Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong
Nama : Syamsul Hadi
No Stambuk : E 221 06 019
Program Studi : Sosial Ekonomi Pertanian
Jurusan : Agribisnis
Fakultas : Pertanian
Universitas : Tadulako
Palu,14 September 2009
Menyetujui,
Dosen Pembimbing
Ir. Ridwan, MP
NIP. 19660310 199512 1 001
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kekuatan, kesehatan dan keafiatan sehingga laporan akhir KKP, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia pelaksana KKP, dan dosen pembimbing Kuliah Kerja Profesi, atas kesediannya memberikan pengarahan dan bimbingan kepada kami, baik dari tatalaksana program KKP sampai pada pengarahan pembuatan dan penyusunan laporan akhir KKP.
Semoga segala kegiatan yang telah kami laksanakan selama KKP, dapat bermanfaat bagi kami sebagai mahasiswa KKP, dan bermanfaat bagi masyarakat kabupaten parigi moutong, kecamatan kasimbar, dan khususnya bagi masyarakat Kasimbar barat.
Akhir kata, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari Panitia, dosen pembimbing, dan juga kritik dan saran dari berbagai pihak, demi untuk perbaikan laporan akhir Kuliah Kerja Profesi ini.
Palu, 12 September 2009
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Maksud dan Tujuan
BAB II GAMBARAN UMUM
2.1 Riwayat Singkat Desa
2.2 Keadaan Geografis
2.3 Keadaan Lingkungan Dan Demografis
2.4 Kondisi Sosial Budaya dan Ekonomi
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Strategi Pendekatan Yang Digunakan
3.2 Faktor Pendukung dan Penghambat
3.4 Hasil yang Dicapai
3.4 Pembahasan
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran
PUSTAKA
LAMPIRAN
1. Peta Desa
2. Program Kerja
3. Foto-Foto Kegiatan Lapangan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perguruan Tinggi sebagai lembaga pendidikan dari hirarki pendidikan formal mempunyai tiga missi yang diemban yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat atau lebih dikenal dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Usaha pewarisan dan pengembangan ilmu pengetahuan oleh perguruan tinggi harus senantiasa memiliki pijakan dan relevansi dengan kondisi masyarakat. Usaha memformulasikan peran Perguruan Tinggi dalam dinamika masyarakat inilah yang lebih dikenal dengan nama pengabdian masyarakat.
Kuliah Kerja Profesi (KKP) merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan atas dasar profesi dan merupakan integral dari proses pendidikan tinggi yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan berbagi pengalaman ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS). Kegiatan KKP sangat memberi manfaat bagi mahasiswa dalam menambah wawasan, pola pikir, pengetahuan, dan keterampilan dalam bidang keahliannya atau ilmu yang dipelajari di bangku kuliah. Selain memperdalam penghayatan dan kepekaan tentang permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa mahasiswa yang melaksanakan KKP mampu menumbuhkan minat untuk berwirausaha. Adapun manfaat bagi masyarakat, instansi pemerintah, serta swasta yaitu dapat memperoleh kontribusi baik pemikiran tenaga dan teknologi dibidang pertanian.
Status dari KKP yaitu kegiatan kurikuler wajib karena :
1. Program terstruktur (memilih persyaratan dan tahapan tertentu dalam pelaksanaannya)
2. Mempunyai bobot akademik dengan beban kredit (4 SKS) atau sesuai dengan persyaratan kegiatan kurikuler lainnya.
3. Diprogram dalam Kartu Rencana Studi (KRS).
4. Dalam pelaksanaannya dilakukan pembinaan, bimbingan, monev oleh panitia/pengelola yang ditunjuk oleh Dekan Fakultas.
Output dari mahasiwa yang menyelesaiakn KKP adalah mampu dan terampil dalam menerapkan teknologi dibidang pertanian serta memberikan solusi dalam permasalahan khususnya dibidang pertanian dan memperkuat kelembagaan dan profesi dibidang pertanian.
.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan selama kurang lebih 1 minggu, maka terlihat berbagai peluang besar yang tidak disadari oleh masyarakat di desa Kaimbar Barat, yaitu kurangnya minat masyarakat untuk mengelola sumber pendapatan yang sederhana dilakukan tetapi sangat besar manfaatnya, yang dapat menutupi kebutuhan sehari-hari anggota keluarga, berupa pemanfaatan lahan pekarangan.
Dari rumusan masalah diatas, maka saya mengambil program kerja/demplot yang berhubungan dengan keadaan diatas yaitu pemanfaatan lahan pekarangan sebagai tambahan pendapatan masyarakat. dengan demontrasi cara/demplot contoh lahan pekarangan yang ditanami dengan tanaman toga dan sayuran.
1.3 Maksud dan Tujuan
Tujuan utama pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi (KKP) adalah mendukung upaya pembangunan Pertanian dalam konteks peningkatan kualitas dan kuantitas hasil pertanian melalui keterlibatan mahasiswa sebagai fasilitator dan motivator Secara khusus, pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi (KKP) bertujuan :
1. Memperlusan wawasan keilmuan dan keterampilan mahasiswa dalam bidang pertanian
2. Meningkatkan relevansi, kompetensi dan kwalitas lulusan S1 terhadap truntutan dan kemajuan teknologi bidang pertanian
3. Membentuk kepribadian mahasiswa sebagai kader pembangunan di bidang pertanian yang berwasasan luas.
BAB II
GAMBARAN UMUM WILAYAH
2.1 Riwayat Singkat Desa
Desa Kasimbar Barat pada awalnya berasal dari adanya sebuah proyek pemerintah yang bergerak dibidang sosial. Proyek yang berasal dari dinas sosial ini yaitu bernama PKMT (Pembinaan Kesejahteraan Masyarakat Terasing) dimana pemerintah dalam hal ini dinas sosial membangun pemukiman bagi masyarakat terasing (suku Pendau ) dan menyediakan lahan bagi mereka serta membina masyarakat tersebut.
Suku Pendau merupakan masyarakat yang ada disekitar proyek tersebut yaitu berasal dari daerah peunungan dan pesisir pantai kasimbar, namun belum mempunyai rumah serta hanya tinggal diatas pohon. Proyek ini dilaksanakan pada tahun 1981 dengan pembangunan rumah panggung sebanyak 100 unit serta menempatkan Pembina masyarakat yaitu Ali Badong dan Simon.
Proyek ini berjalan selama 4 tahun, keberhasilan yang dicapai cukup memuaskan, masyarakat Suku Pendau banyak yang menghuni rumah yang dibangun dan mulai mengolah lahan yang ada.Akibat kurangnya pengetahuan masyarakat Suku Pendau, mereka banyak yang menjual rumah serta lahan yang diberikan pemerintah kepada orang lain dan pindah ke daerah Toriapes (sekarang desa Pesona).
Pada tahun 1985 status Proyek PKMT berubah menjadi Dusun 10 (Ranang) dibawah wilayah desa Kasimbar Kecamatan Ampibabo dengan Kepala Dusun pertama adalah Ndolo. Selama ±19 tahun status dusun 10 (Ranang) masih melekat pada wilayah ini.
Pada tahun 2004 terjadi perubahan status dari dusun menjadi Desa Persiapan dengan terbagi menjadi 2 dusun masyarakat setempat yaitu Dusun Ranang dan Mayapo ditambah dengan wilayah transmigrasi Labaksuren. Setelah menjadi desa Persiapan masyarakat memilih H. Amirudin Hajitalu menjadi Kepala Desa dengan Sekretaris Desa Ilham H Ahmad.
Pada tanggal 15 September 2005 terjadi lagi perubahan status desa menjadi Desa Definitif diluar wilayah desa Kasimbar dan berubah nama menjadi Kasimbar Barat. Perubahan status menjadi desa Definitif memungkinkan masyarakat untuk memilih kembali kepala desa yang baru. Oleh sebab itu pada Bulan Desember 2006 diadakan pesta demokrasi masyarakat desa Kasimbar Barat dilaksanakan dan terpilih sebagai Kepala Desa yang baru adalah Ilham H Ahmad.
Setelah menjadi desa Definitif pada tahun 2005, maka pada tahun 2009 telah ditetapkan sebagai desa sebagai desa Mandiri Percontohan melalui Surat Keputusan Bupati Parigi Moutong No : 140/176614/BPMPD/2009.
2.2 Keadaan Geografis
Keadaan topografi desa Kasimbar Barat berada pada ketinggian 250 meter dpl. Dengan bentuk permukaan tanah 55% dataran, 15% perbukitan dan 30% pegunungan. Luas wilayah desa Kasimbar Barat adalah 2183 Ha dengan batas-batas sebagai berikut :
- Sebelah Utara : Desa Pesona dan Kab. Donggala
- Sebelah Selatan : Desa Kasimbar Selatan
- Sebelah Timur : Desa Kasimbar
- Sebelah Barat : Kab. Donggala
3.3 Keadaan Lingkungan dan Demografis
Keadaan Lingkungan desa Kasimbar Barat di kelompokkan menjadi lahan kering dan lahan pegunungan. Wilayah desa Kasimbar Barat tidak memiliki lokasi persawahan sesuai dengan topografi, daerah ini di dominasi oleh pegunungan dan wilayah dataran yang sempit.
Berdasarkan data statistik Kecamatan Kasimbar dalam angka tercatat bahwa daerah ini memiliki lokasi :
a. Perkebunan : 406 ha
b. Hutan rakyat : 1233 ha
c. Lainnya : 241 ha
d. Tidak terolah : 237.5 ha.
Keadaan demografis desa Kasimbar Barat meliputi jumlah penduduk sekitar 1613 jiwa; 526 KK dan rata-rata penduduk 3 jiwa per KK, dengan tingkat kepadatan penduduk 52 per Km (Profil Desa Kasimbar Barat, 2008). 894 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 719 jiwa berjenis kelamin perempuan.
4.4 Kondisi Sosial Budaya dan Ekonomi
Masyarakat desa Kasimbar Barat yang dalam hal ini banyak didominasi oleh salah satu rumpun etnis Kaili yang disebut dengan Tajio, merupakan penduduk asli yang pertama kali menetap di daerah Kasimbar tersebut. Secara topografi sebaran Tajio berada di wilayah yang umumnya memiliki lahan yang landai. Pengaruh dari kebiasaan hidup di lahan landai ini, tentu saja mempengaruhi pola interaksi masyarakat dengan lingkungan sekitarnya terutama hutan. Selain rumpun etnis kaili terdapat juga penduduk dari suku Pendau yang merupakan suku yang mendiami daerah desa Kasimbar Barat serta suku Bali yang merupakan transmigran.
Walaupun berlainan suku yang mendiami desa Kasimbar Barat tersebut akan tetapi hubungan sosial dari berlangsung harmonis dan menjunjung tinggi hubungan kekeluargaan, karena sejak lama terlihat dari penduduk asli desa Kasimbar Barat yang menerima dengan baik setiap pendatang yang masuk di daerah mereka contohnya yang berasal dari suku Bali untuk hidup menetap di desa Kasimbar Barat.
Kondisi budaya di desa Kasimbar Barat masih sangat kental, itu terterlihat pada saat penduduk asli tajio melakukan meditasi khusus sebelum menanam tanaman. Tidak hanya itu pada saat bulan purnama masyarakat dari suku Bali masih mengadakan upacara tradisional yang merupakan bagian dari adat istiadat dari mereka. Desa Kasimbar Barat menjunjung tinggi nilai-nilai keharmonisan dalam bermasyarakat yang dibuktikan dengan adanya Upacara Bersama yang dilaksanakan setiap awal bulan.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Strartegi Pendekatan Yang Dilakukan
Proses pendekatan yang dilakukan yaitu observasi selama ± 1 minggu, dengan melihat keadaan lingkungan Desa dan menemui tokoh-tokoh yang berpengaruh di desa tersebut diantaranya tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan kepala-kepala kelompok tani, serta masyarakat sekitar desa Kasimabar Barat.
Proses pendekatan kami lanjutkan dengan mulai mengadakan seminar program kerja (Lokakarya) di Kantor Desa Kasimbar Barat, hal ini bertujuan agar warga dapat mengetahui dan memahami program-program yang akan kami laksanakan di desa Kaimbar Barat, sekaligus untuk menarik simpati dan dukungan dari warga masyarakat.
Taklupa juga kami melakukan pendekatan (dalam hal ini, yang dimaksud ialah pendekatan secara partisipatif) terhadap para pemuda-pemudi di desa tersebut, hal ini bertujuan agar di dalam pelaksanaan program kami dapat memperoleh bantuan dari para pemuda
Setelah observasi selesai, mulailah dilakukan proses penyuluhan mengenai program yang akan dijalankan, berdasarkan data-data yang diperoleh dari observasi tersebut.
Dalam kegiatan penyuluhan, kami memakai sistem target atau sasaran, yang bertujuan untuk memaksimalkan hasil yang dicapai dari proses penyuluhan. Sistem penyuluhan yang kami gunakan yaitu mulai dari penyuluhan massal, penyuluhan secara kelompok dan penyuluhan yang dilakukan dari ruah ke rumah.
3.2 Faktor Pendukung Dan Penghambat
Dalam melaksanakan program, baik itu dimulai dari observasi, penyuluhan, penguatan kelembagaan, sampai dengan demplot atau demcara, hal-hal yang menjadi pendukung antara lain yaitu adanya dukungan yang kuat dari pemerintah desa Kasimbar Barat dan didukung oleh sikap dari warga-warga setempat yang menerima dan mendukung semua program kerja kami dengan baik.
Adanya kesamaan program yang telah kami canangkan dengan program kerja yang dicangngkan oleh desa setempat merupakan hal yang sangat membantu kami untuk melakukan program kegiatan.
Selain itu, kerja sama yang sangat baik antar sesama peserta KKP merupakan salah satu faktor pendukung, dimana kami saling membantu dalam menyelesaikan program kerja masing-masing, baik itu berupa pemikiran, materi serat fisik, demi untuk memaksimalkan hasil yang dicapai.
Kondisi tempat demplot masing-masing, dalam hal hal ini ialah kondisi tanahnya yang sangat mendukung dalam melakukan demplot atau demcara, karena tanah didaerah tersebut sangat subur sehingga tidak perlu dilakukan pemupukkan.
Sedangkan untuk faktor penghambatnya ialah cuaca yang sangat tidak mendukung untuk melaksanakan program, karena hampir setiap hari hujan selalu turun di daerah tersebut.
Selain itu kegiatan-kegiatan warga yang padat akan kesibukan masing-masing harus diikuti menjadi salah satu penghambat dalam melaksanakan program kerja, faktor ini ialah faktor yang paling sangat berpengaruh dalam pelaksanaan program.
Faktor penghambat lainnya ialah, pemahaman masyarakat mengenai tugas Peserta KKP, dimana masyarakat masih mengharapkan bahwa seluruh masalah di desa tersebut akan kami selesaikan semuanya, padahal kami hanya menyeleseaikan masalah menurut latar belakang kami yaitu Pertanian.
Faktor penghambat lainnya adalah jauhnya jarak antara lokasi KKP dengan Kecamatan sehingga koordinasi antara peserta KKP desa dan Korcam kurang baik karena kurangnya signal operator selluler di desa Kasimbar Barat.
3.3 Hasil Yang Dicapai
3.3.1 Observasi
Kegiatan observasi ini berjalan dengan lancar dilakukan selam 1 minggu, oleh karena itu sehingga presentasenya yaitu 100%.
3.3.2 Penyuluhan
Kondisi cuaca yang yang tidak mendukung yang membuat proses penyuluhan tidak berjalan dengan lancar selain itu terdapat juga hambatan dari peserta yang mengalami musibah hingga tidak dapat memberikan penyuluhan secara maksimal., sehingga presentasenya yaitu 90%.
3.3.3 Penguatan Kelembagaan
Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kelompok-kelompok Dasawisma di desa Kasimbar Barat, dengan dihadiri langsung oleh Bapak Camat beserta tim penggerak PKK Kecamatan. Kegiatan ini berjalan dengan lancar, sehingga presentasenya yaitu 100%.
3.3.4 Demcara/Demplot
Dalam menerapkan teori yang telah diberikan pada masyarakat tentunya harus adapula yang harus menjadi demonstrasi cara/ demonstrasi plot sebagai contoh dari penyuluhan yang diadakan. Demcara/ Demplot yang dilakukan peserta KKP beragam sesuai dengan terapan ilmu dimasing-masing jurusan yang ada di Fakultas Pertanian. Untuk jurusan Ilmu Tanah menerapkan pembuatan “pupuk bokhasi” sedangkan hama Penyakit Tanaman menerapkan “cara Penangkapan semut hitam”. Untuk Sosial Ekonomi Pertanian mempunyai demplot “Kebun PKK” dan dari Kehutanan melakukan demplot “Pembibitan Desa”.
Dari semua demplot yang dibuat mendapat respon dari masyarakat desa dan aparat pemerintah desa Kasimbar Barat serta menjadi salah satu program desa yang harus dilaksanakan masyarakat desa Kasimbar Barat dan mempunyai presentase 100 %.
3.3.5 kegiatan lain-lain
Selain program kerja inti tersebut, juga terdapat program/kegiatan lain-lain yang meliputi Bakti sosial (BAKSOS) yang melibatkan masyarakat desa Kasimbar Barat, kegiatan memperingati HUT RI Ke 46 dengan mengadakan berbagi perlombaan diantaranya perlombaan sepak bola mini, volley ball, lari kelereng, botol inul dan junjung botol, kegiatan ini juga melibatkan warga Desa Kasimbar Barat yang melibatkan semua unsur masyarakat.
3.4 Pembahasan
Dari semua demplot yang telah dilakukan, khususnya demplot pembuatan kebun PKK dalam penerapannya melibatkan ibu-ibu dasawisma Desa Kasimbar Barat, dalam pelaksanaanya dilakukan di kebun Kelompok Dasawisma di Dusun Labaksuren dan Dusun Ranang, dengan memanfaatkan tanaman obat-obatan dan sayuran yang mudah didapatkan di desa tersebut.
Tujuan dari penanaman toga (tanaman obat keluarga) yaitu untuk mengimbangi kebutuhan obat-obatan yang harganya semakin tinggi saat ini, maka perlu adanya upaya pencarian alternatif lain yaitu pemanfaatan sumber hayati seperti yang gencar-gencar dilakukan oleh masyarakat umum pada saat ini dengan istilah back to nature (kembali kea lam).
Tujuan dari penanaman sayuran dipekarangan yaitu agar masyarakat Desa Kasimbar Barat dapat menutupi kebutuhan sehari-hari dengan memproduksi sendiri kebutuhan rumah tangganya melelui penanaman sayuran di lokasi pekarangan rumah.
Harapan dari pelaksanaan program ini adalah agar ibu-ibu rumah tangga dapat menata dan menfaatkan potensi disekitar rumah untuk menunjang kebutuhan keluarga sehari-hari.
Beberapa jenis tanaman yang dimanfaatkan sebagai lahan percontohan yang mempunyai nilai ekonomis dan estetika diantaranya:
1. Toga:
1.1 Kunyit
Nama ilmiahnya Curucuma domestica Val. Di Indonesi di kenal denan bermacam-macam nama daerah seperti kunyit, kunir, koneng dan lain-lain. Tanama ini bersal dari India dan Indo Malesia. Sekarang banyak dijumpai di daerah tropika, juga beberapa daerah sub tropis.
Batangnya pendek, merupakan batang semu yang dibentuk oleh pelepah-pelepah daun. Daun-daunnya berjumbai.
Bunga muncul dari ujung batang semu tersebut, panjangnya antara 10-15 cm. Bunga itu berwarna puti atau kuning pucat. Daun pelindung bunga berwana putih, atau putih bergaris hijau, sering kali pada bagian ujungnya berwarna merah jambu. Daun pelindung yang terletak di bagian bawah berwarna hijau muda.
Kunyit banyak dijumpai di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai pada ketinggian 2000 meter di atas permukan air laut. Penanamannya dilakukan dengan menggunakan potongan-potongan rimpangnya yang ditanam pada tanah-tanah liat atau tanah berpasir yang diberi pupuk.
Bagian tanaman kunyit yang berkhasiat yaitu rimpangnya. Khasiatnya yaitu sebagai obat diare, demam, sesak napas, kurang darah, tekanan darah tinggi, disentri, demam kunng, kencing manis, dan lain-lain.
1.2 Mayana
Tu mbuhnnya yaitu di daerah yang dingin, tumbuhan ini yang berkhasiat adalah daunnya, khasiatnya adalah untuk obat batuk.
1.3 Kumis Kucing
Kumis kucing tumbuh liar di sepanjang anak sungai dan selokan, atau ditanam dipekarangan sebagai tumbuhan obat dan dapat ditemukan didaerah dataran rendah sampai ketinggia 700 m dpl.
Tumbuhan ini rasanya manis sedikit pahit, sifatnya sejuk. Berkhasiat sebagai antiradang, peluruh kencing, menghilangkan panas dan lembab, menghancurkan batu saluran kencing. Bagian yang digunakan adalah herba, baik yang segar maupun yang telah dikeringkan.
1.4 Jahe
Jahe merupakan tumbuhan semak berbatang semu, tingginya bisa mencapai 30 cm- 1m. berdaun tunggal, rimpang bagian dalam berwarna kuning dan menyukai sinar matahari. Manfaat dari tanaman ini adalah bisa menghangatkan tubuh dan mengeluarkan keringat, minyak atsirinya bermanfaat untuk menghilangkan nyeri dan antiinlamasi dan ati bakteri. Dan bisa dicampur sebagai bahan rempah-rempah.
1.5 Kencur
Tanaman kecil ini ukuran daunnya bisa 8 x 25 cm. karena batangnya pendek sekali, daunnya sampai menutupi tanah, yang ditanam adalah rimpangnya yang sudah tua. Manfaat dari tanaman ini adalah menghangatkan badan,menghilangkan rasa sakit, membantu pada penderita masuk angin dan mengencerkan dahak.
1.6 sambiloto
Tanaman ini berbentuk seperti tanaman rerumputan yang tumbuh di sekitar daerah tropis. Fungsi dari tanaman ini yaitu bisa mengobati atau meredakan demam, sakit kepala dan darah tinggi.
2. Tanaman Saur-sayuran/Rumah Tangga
2.1 Rica/cabai
Tanman ini di pakai sebagai bumbu dapur oleh setiap rumah tangga, pada khususnya warga Negara Indonesia sangat gemar dengan tanaman ini. Untuk memenuhi kebutuhan rica adakalanya seseorang menanam tanaman ini di pekarangan rumahnya agar dapat diambil buahnya kapanpun diperlukan.
2.2 kemangi
kemangi biasanya digunakan sebagai lalapan mentah, tanaman ini berbau wangi, batang dan tangkainya berwarna hijau dan bunganya berwarna putih. Selain berguna sebagai makanan lalapan mentah, kemngi juga bermanfaat sebagai obat, dan dapat di tanam sebagai tanaman toga.
2.3 pandan
tanaman ini sering digunakan ibu-ibu sebagai bahan penambah aroma masakan, mudah tumbuh dan dapat diatur penanamannya sebagai tambahan koleksi tanaman pekarangan.
2.4 sereh
Tanaman yang bentuknya seperti rumput ini banyak dipaki ibu-ibu sebagai bumbu dapur, daunnya merupakan daun tunggal yng tingginya bisa mencapai 1 m. manfaatnya selain sebagai bumbu dapat juga di manfaatkan sebagai obat dan tanaman ini bisa di tanam di samping rumah sehingga menambah keindahan pekarangan rumah.
2.5 seledri
seledri adalah sayur yang biasa kita dapatkan dalam masakan. Daun majemuknya berujung runcing, tepinya bergerigi, tangkainya tidak berkayu dan daunnya harum. Manfaatnya selain menjadi bahan tambahan masakan dapat juga bermanfaat sebagai obat, dan dapat diatur penempatan tanamannya.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan observasi dan penyelesaian program kerja yang dilaksanakan di desa Kasimbar Barat, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu :
1. Pembuatan program kerja di sesuaikan dengan hasil observasi yang dilakukan selama 1 minggu, dan dilanjutkan dengan pemaparan program kerja, penyuluhan dan pembuatan demplot.
2. Program-program kerja yang telah berhasil terselesaikan adalah: observasi 100%, penyuluhan 90%, penguatan kelembagaan 100%, demplot 100%, dan ditambah dengan program ekstra lainnya. Semua program yang dikerjakan sangat didukung oleh pemerintah desa dan Kecamatan.
3. Pembuatan demplot melibatkan ibu-ibu dasawisma dan tanaman yang ditanam dapat menunjang perekonomian masyarakat, bermanfaat bagi masyarakat, serta mempunyai daya tarik bagi keindahan lahan pekarangan rumah.
4.2 Saran-Saran
Sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Parigi Moutong No : 140/176614/BPMPD/2009, Yaitu status desa Kasimbar Barat Sebagai desa Mandiri Percontohan, seyogyanya pemerintah setempat lebih memperhatikan tentang penataan desa Kasimbar Barat terutama dari segi keingadan, keamanan, dan ketertiban (K3).
